
MAN Karimun (Humas) – Sebanyak delapan guru dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Karimun berpartisipasi aktif dalam kegiatan Pelatihan Metodologi Pembelajaran yang diselenggarakan oleh Loka Diklat Keagamaan (LDK) Pekanbaru. Pelatihan intensif ini berlangsung selama tujuh hari dengan memadukan sesi daring dan luring.
Kegiatan pelatihan ini dirancang untuk memperkaya kompetensi pendidik dalam mengimplementasikan model pembelajaran yang lebih inovatif dan relevan. Dari total tujuh hari, peserta menjalani tiga hari sesi daring (online) yang berfokus pada pengenalan konsep dasar, dan dilanjutkan dengan empat hari sesi luring (offline) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kab. Karimun (20-23/10/2025) untuk praktik dan pendalaman materi.
Guru-guru yang berpartisipasi mewakili MAN Karimun, yaitu:
1. Sulistyowati, Guru Bahasa Indonesia
2. Karimuddin Matondang, Guru Al-Qur’an Hadits
3. Rita Yunarti, Guru Biologi
4. Suhendra Nofarian, Guru Bimbingan Konseling (BK)
5. Rahmanita Nely, Guru Bahasa Indonesia
6. Era Rianti, Guru Matematika
7. Nurisyah, Guru Ekonomi
8. Fajrin Dwi Aulia, Guru Kimia
Inti dari pelatihan ini adalah materi mengenai Model Pembelajaran dan pengenalan mendalam tentang Kurikulum Berbasis Cinta. Dua pemateri utama, Tifani dan Nefri Leni memandu para guru dalam memahami filosofi dan langkah-langkah implementasi kurikulum yang belakangan ini gencar disosialisasikan oleh Kementerian Agama.
Kurikulum Berbasis Cinta menekankan pada penanaman nilai-nilai kasih sayang, toleransi, empati, dan keadilan sosial sebagai dasar dalam proses pendidikan.
Diharapkan, dengan menguasai model pembelajaran baru dan Kurikulum Berbasis Cinta, delapan guru MAN Karimun ini dapat menciptakan suasana belajar yang lebih humanis, inklusif, dan membangun karakter peserta didik secara holistik.
Kepala MAN Karimun, Peri Yudianto menyambut baik partisipasi guru-gurunya. “Kami berharap ilmu yang didapatkan, terutama mengenai Kurikulum Berbasis Cinta, dapat segera diimplementasikan di madrasah kami, sehingga MAN Karimun bisa melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga kuat moralnya, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan,” ujarnya saat berkunjung ke lokasi pelatihan, Selasa (21/10/2025).
Setelah pelatihan, para guru diharapkan menjadi motor penggerak perubahan dalam metodologi pengajaran di MAN Karimun, serta menularkan ilmu dan semangat baru tersebut kepada rekan-rekan guru lainnya. (Sn)
Tinggalkan Komentar